Membaca diskusi kelas bunsay sore ini, saya jadi merasa ketampol😅...
Terus terang ya, saya sedang berusaha mengambil 'momen' +atau 'momentum'?) ups! fisika deh...momen matematika, spontan dan simpel.
Tapi sepertinya mau tidak mau saya harus membuat 'lesson plan' yang sederhana deh. Berkali-kali membaca materi ini dan camilan-camilannya, tetep aja tiap pagi harus memutar otak untuk mencari matematika apa ya yang bisa dikenalkan pada adik hari ini?...
Akhirnya baru saja, adik sendiri sih yang menemukannya😁. Kebetulan hari ini ada murid yang berulangtahun dan membagikan goodie bag berisi snack. Sisa snack yang masih ada tiba-tiba disusun sedemikian rupa oleh adik menjadi beberapa bentuk geometri dasar.
Awalnya, katanya ini lingkaran besar. Lalu saya pancing saja, minta ia membuat segitiga, persegi panjang serta bujursangkar. Ujungnya dia menambahkan bentuk sendiri, diamond star. Saya bengong, artinya apa dek? Katanya, bahasa Indonesianya permata biru ma... Setelah melihat bentuknya, ternyata kita biasa menyebutnya belahketupat hehehe...efek nonton nih😌
-gambar menyusul
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Rabu, 29 November 2017
Senin, 27 November 2017
Gaya Bebas
Kenapa ya, saya kok sampai hari ini merasa sering 'mentok' saat harus mencari momen yang tepat untuk bermain matematika bersama adik?... 😕
Sebenarnya adik mempumyai sebuah buku yang berjudul 'Mahir Menulis Huruf & Angka', sesuatu yang (aslinya) sangaaatt saya hindari saat ini. Buku ini juga bukan saya yang membelikan, ini pemberian tantenya. Saat itu adik minta oleh-oleh 'buku buat belajar', ya belajar itu definisinya sebagaimana kakak belajar, mengerjakan sesuatu atau membaca sesuatu. Alhamdulillah, sejak awal adik hanya tertarik pada menempel sticker yang sesuai gambar yang tersedia.
Sisanya sesekali saja sih dia membuka-buka ini. Ndilalah tadi sore adik 'sedang ingin belajar'. Dia memilih sendiri buku ini. Rupanya adik sedang ingin melatih membuat angka-angka.
Disekolah adik sudah diajarkan lagu yang berisi nama-nama hari dan bulan. Sebelum tidur saya coba mengetes pemahaman adik tentang hari. Karena sekarang hari Senin, adik bisa menjawab kalau besok adalah hari Selasa. Namun saat saya bertanya tentang jadwal pemakaian seragam sekolah dan kaitannya dengan hari, nampaknya adik masih belum terlalu 'ngeh'😀
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sebenarnya adik mempumyai sebuah buku yang berjudul 'Mahir Menulis Huruf & Angka', sesuatu yang (aslinya) sangaaatt saya hindari saat ini. Buku ini juga bukan saya yang membelikan, ini pemberian tantenya. Saat itu adik minta oleh-oleh 'buku buat belajar', ya belajar itu definisinya sebagaimana kakak belajar, mengerjakan sesuatu atau membaca sesuatu. Alhamdulillah, sejak awal adik hanya tertarik pada menempel sticker yang sesuai gambar yang tersedia.
Sisanya sesekali saja sih dia membuka-buka ini. Ndilalah tadi sore adik 'sedang ingin belajar'. Dia memilih sendiri buku ini. Rupanya adik sedang ingin melatih membuat angka-angka.
Disekolah adik sudah diajarkan lagu yang berisi nama-nama hari dan bulan. Sebelum tidur saya coba mengetes pemahaman adik tentang hari. Karena sekarang hari Senin, adik bisa menjawab kalau besok adalah hari Selasa. Namun saat saya bertanya tentang jadwal pemakaian seragam sekolah dan kaitannya dengan hari, nampaknya adik masih belum terlalu 'ngeh'😀
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Minggu, 26 November 2017
Mengingat Bentuk Geometri
Wahhh niat untuk bisa mengerjakan tantangan kali ini, 10 hari berturut-turut, tanpa jeda, sepertinya belum bisa. Mudah-mudahan sih kalau judulnya tanpa rapel, masih bisa. Kemarin bolong🙄
Hari ini saya kembali memutar otak. Akhirnya baru sekitar jam 7 malem, saya baru mendapat ide. Sambil berbaring sejenak dikasur, karena punggung rasanya kok lumayan pegal-pegal. Sebuah label baju jadi inspirasi untuk mengecek memori adik tentang bentuk-bentuk geometri dasar.
Saat belum sekolah, kira-kira usia 3 tahun, adik sudah mengenal bentuk-bentuk cukup baik. Bahkan awalnya dalam bahasa Inggris, harap maklum karena saat itu cukup intensif menonton acara anak-anak dari saluran tivi seperti CBeebies...😌
Setelah itu saya coba meminta adik menyebutkan nama bentuk beberapa benda yang saya tunjukkan, serta mencari benda-benda yang ada dikamar sesuai bentuk yang saya sebutkan. Misal, cari benda dikamar ini yang bentuknya persegi panjang, bujursangkar dll.
Terakhir kami tebak-tebakan bentuk dari salah satu buku favorit adik, atlas dunia. Yaitu bagian bendera negara-negara didunia. Disana kami bisa menemukan aneka bentuk geometri.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Hari ini saya kembali memutar otak. Akhirnya baru sekitar jam 7 malem, saya baru mendapat ide. Sambil berbaring sejenak dikasur, karena punggung rasanya kok lumayan pegal-pegal. Sebuah label baju jadi inspirasi untuk mengecek memori adik tentang bentuk-bentuk geometri dasar.
![]() |
| label ini yang jadi inspirasi belajar bentuk |
Setelah itu saya coba meminta adik menyebutkan nama bentuk beberapa benda yang saya tunjukkan, serta mencari benda-benda yang ada dikamar sesuai bentuk yang saya sebutkan. Misal, cari benda dikamar ini yang bentuknya persegi panjang, bujursangkar dll.
![]() |
| benda-benda yang ada dikamarnya untuk mengenali bentuk |
Terakhir kami tebak-tebakan bentuk dari salah satu buku favorit adik, atlas dunia. Yaitu bagian bendera negara-negara didunia. Disana kami bisa menemukan aneka bentuk geometri.
![]() |
| mencari aneka bentuk dari gambar bendera negara-negara didunia |
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Jumat, 24 November 2017
Mainan Kartu
Adik itu anaknya lumayan berinisiatif dan kreatif, terutama urusan mainan. Kami sendiri rasanya agak jarang membelikan mainan anak-anak, apalagi yang khusus dijual ditoko mainan dan harganya mahal, mungkin bisa dibilang tidak pernah.
Dunia anak-anak adalah dunia imajinasi, apalagi seusia adik sekarang, 4 tahun. Saat dia berhasil menciptakan sebuah mainan atau cara bermain, menggunakan benda apa saja yang ada dirumah, lalu dia mempresentasikan didepan kami semua, rasanya bahagia dan bersyukur banget.
Terkait materi 'matematika', lagi-lagi tadi pagi saya memutar otak sejenak, mencari-cari kira-kira aktivitas apa yang bisa kami kerjakan untuk tantangan hari kedua ini. Sepertinya saya mentok lagi😅.
Beberapa menit yang lalu, saya teringat mainan kartu yang dia ciptakan kemarin. Saya baru ngeh, dia mencantumkan tulisan angka yang berbeda-beda disetiap kartu. Ada 2000, 3000, 40000 dan juga 10000.
Kebetulan adik memang Alhamdulillah sudah lancar mengenal angka dan urutannya,sejak usia 3 tahun lebih. Hanya saja untuk angka yang jumlahnya besar, apalagi nol-nya banyak, dia pasti selalu bertanya pada saya, bagaimana cara membacanya.
Ternyata angka-angka itu artinya adalah 'jumlah kekuatan' yang dimiliki oleh tokoh (gambar sosok orang) dikartu ini. Persepsinya, semakin besar angka, semakin besar kekuatannya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Dunia anak-anak adalah dunia imajinasi, apalagi seusia adik sekarang, 4 tahun. Saat dia berhasil menciptakan sebuah mainan atau cara bermain, menggunakan benda apa saja yang ada dirumah, lalu dia mempresentasikan didepan kami semua, rasanya bahagia dan bersyukur banget.
Terkait materi 'matematika', lagi-lagi tadi pagi saya memutar otak sejenak, mencari-cari kira-kira aktivitas apa yang bisa kami kerjakan untuk tantangan hari kedua ini. Sepertinya saya mentok lagi😅.
Beberapa menit yang lalu, saya teringat mainan kartu yang dia ciptakan kemarin. Saya baru ngeh, dia mencantumkan tulisan angka yang berbeda-beda disetiap kartu. Ada 2000, 3000, 40000 dan juga 10000.
![]() |
| kartu made in adik |
Kebetulan adik memang Alhamdulillah sudah lancar mengenal angka dan urutannya,sejak usia 3 tahun lebih. Hanya saja untuk angka yang jumlahnya besar, apalagi nol-nya banyak, dia pasti selalu bertanya pada saya, bagaimana cara membacanya.
Ternyata angka-angka itu artinya adalah 'jumlah kekuatan' yang dimiliki oleh tokoh (gambar sosok orang) dikartu ini. Persepsinya, semakin besar angka, semakin besar kekuatannya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Kamis, 23 November 2017
Hello Math!
Makin hari, materi kelas bunda sayang makin membuka mata saya tentang banyak hal, terutama terkait tugas sebagai 'fasilitator' kedua anak kami.
Sejak pagi, saat korlan bunda sayang mengingatkan bahwa tantangan dimulai hari ini, saya berusaha keras mencari ide momen ber-matematika-ria terutama bersama adik. Dan ternyata walaupun ide-ide sudah diberikan melalui camilan rabu kemarin, saya belum juga menemukan yang 'klik'🤔
Sambil sarapan, adik menonton film 'Dora the Explorer'. Tanpa sengaja, ternyata salah satu adegan terkait matematika. Ceritanya Dora mengajak penonton menghitung berapa jumlah domba yang bisa dimasukkan ke sejumlah kandang yang disediakan.
Menurut saya, ini konsep dasar pengurangan. Saat tersisa satu kandang yang masih kosong, Dora bertanya, berapa jumlah domba yang masih bisa dimasukkan ke dalam kandang? Dan adik menjawab, satu! Well done, adik😘
-foto menyusul
Seharian tadi kami pergi. Saat naik lift ternyata ada tetangga penghuni lantai yang sama dengan kami. Lucunya, adik sengaja berjalan di depan mereka berdua sambil spontan menghitung, 'Mah, ada 4 orang!' (maksudnya yang berjalan bersama-sama saat itu). Padahal saya sama sekali tidak bertanya lho, badan lumayan letih rasanya. Eh, mendengar adik berinisiatif menghitung, seperti mendapat energi baru 😍
- foto menyusul
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Selasa, 21 November 2017
Berapa Harga Nyawamu?
Ini cerita tentang seberapa besar kita menyayangi diri sendiri.
Setiap hari mau tidak mau saya harus 'nggowes' mrs.Selis menyebrangi perlintasan kereta api, yaa minimal satu rit sehari, maksimal dua rit, kalau memang berangkat dan pulang menggunakan sepeda. Namanya juga macan ternak 😛, mama c*ntik anter anak ke sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah sebenarnya hanya sekitar 1,5 km, lumayan lah untuk sekedar olahraga jalan kaki. Tapi bagi adik ini lumayan jauh sih, kasihan kalau jalan ke sekolah. Naik angkot, nanggung banget, tetep aja harus jalan dulu sebelum dan sesudah naik angkot. Naik opang? Lumayan mihil bo! Judulnya jarak nanggung, dekat dimata jauh di kantong hehehe. Tapi kalau memang saya sedang cape banget, atau ada urusan lain setelah mengantar adik, atau batere si selis ini very-very low yaa sudah lah, bagi-bagi rejeki judulnya sama pak ojek😊...
Sebagai orang yang seumur-umur paling sekali dua kali harus naik kendaraan dan melewati pelintasan kereta api, babak baru kehidupan saya kali ini mengharuskan saya menjadi komunitas pengendara yang (harus) bersabar menunggu kereta lewat. Kalau pas 'peak hour', jam berangkat kerja misalnya, bisa berkali-kali kereta commuter line yang melintas, sabar ajjjaaaa..
Yang sering membuat saya hanya bisa geleng-geleng kepala, ya itu, perilaku para pengemudi motor. Pertama, saking tidak sabarnya mereka kayanya gak terima kalau harus ngantre di belakang palang. Kalau bisa, mepeettt banget sama rel, ya paling goyang-goyang dikit kalau pas kereta lewat.
Kedua, ini yang paling bikin saya makin gak ngerti, palang sudah tertutup, tapi teteeep tolah-toleh kiri kanan kilat, blasss lanjut! Ya memang sih...pasti ada jeda antara tertutupnya palang dan waktu lewatnya kereta. Kalau gak gitu, kasihan lah pak masinis. Emangnya kereta bisa berhenti mendadak macam kita naik sepeda (motor)? Semua sudah ada ilmu dan pertimbangan logisnya pasti.
Yang gak logis ya cara berpikir orang-orang yang berhenti mepet (banget) sama rel dan nekat aja ngelewatin rel modal tolah toleh kiri kanan secepat kilat. Atau logis juga mungkin menurut mereka, males nunggu lama-lama, toh kereta juga gak langsung lewat, atau gue udah kesiangan, gue kebelet, gue keburu laper de el el😮
Saya gak tau seberapa sayang orang-orang macem ini sama diri sendiri, sampe nekat menerobos perlintasan kereta api...
Setiap hari mau tidak mau saya harus 'nggowes' mrs.Selis menyebrangi perlintasan kereta api, yaa minimal satu rit sehari, maksimal dua rit, kalau memang berangkat dan pulang menggunakan sepeda. Namanya juga macan ternak 😛, mama c*ntik anter anak ke sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah sebenarnya hanya sekitar 1,5 km, lumayan lah untuk sekedar olahraga jalan kaki. Tapi bagi adik ini lumayan jauh sih, kasihan kalau jalan ke sekolah. Naik angkot, nanggung banget, tetep aja harus jalan dulu sebelum dan sesudah naik angkot. Naik opang? Lumayan mihil bo! Judulnya jarak nanggung, dekat dimata jauh di kantong hehehe. Tapi kalau memang saya sedang cape banget, atau ada urusan lain setelah mengantar adik, atau batere si selis ini very-very low yaa sudah lah, bagi-bagi rejeki judulnya sama pak ojek😊...
Sebagai orang yang seumur-umur paling sekali dua kali harus naik kendaraan dan melewati pelintasan kereta api, babak baru kehidupan saya kali ini mengharuskan saya menjadi komunitas pengendara yang (harus) bersabar menunggu kereta lewat. Kalau pas 'peak hour', jam berangkat kerja misalnya, bisa berkali-kali kereta commuter line yang melintas, sabar ajjjaaaa..
Yang sering membuat saya hanya bisa geleng-geleng kepala, ya itu, perilaku para pengemudi motor. Pertama, saking tidak sabarnya mereka kayanya gak terima kalau harus ngantre di belakang palang. Kalau bisa, mepeettt banget sama rel, ya paling goyang-goyang dikit kalau pas kereta lewat.
![]() |
| foto dokumentasi saya |
Kedua, ini yang paling bikin saya makin gak ngerti, palang sudah tertutup, tapi teteeep tolah-toleh kiri kanan kilat, blasss lanjut! Ya memang sih...pasti ada jeda antara tertutupnya palang dan waktu lewatnya kereta. Kalau gak gitu, kasihan lah pak masinis. Emangnya kereta bisa berhenti mendadak macam kita naik sepeda (motor)? Semua sudah ada ilmu dan pertimbangan logisnya pasti.
Yang gak logis ya cara berpikir orang-orang yang berhenti mepet (banget) sama rel dan nekat aja ngelewatin rel modal tolah toleh kiri kanan secepat kilat. Atau logis juga mungkin menurut mereka, males nunggu lama-lama, toh kereta juga gak langsung lewat, atau gue udah kesiangan, gue kebelet, gue keburu laper de el el😮
Saya gak tau seberapa sayang orang-orang macem ini sama diri sendiri, sampe nekat menerobos perlintasan kereta api...
Rabu, 15 November 2017
Aliran Rasa
Gak kerasa, ternyata tantangan 10 hari sudah selesai. Evaluasi? Paling terasa dan terlihat adalah apa yang dilakukan adik. Alhamdulillah, mungkin karena sebelum mendapat materi ini pun, saya sudah mencoba menumbuhkan minat baca adik sejak dini. Beberapa tips pun sudah saya coba, termasuk membiasakan membacakan buku cerita untuk adik. Seiring kemampuan membaca adik yang mulai bertambah, tidak jarang ia memilih sendiri bukunya, sekedar melihat-lihat ataupun membaca tulisan yang ada didalamnya, setelah itu barulah ia minta dibacakan😄.
Sebaliknya, saya merasa belum bisa maksimal menjadikan momen tantangan ini untuk kakak. Padatnya jadwal sekolah, ditambah memang mungkin karena kakak tidak terbiasa membaca buku, yaaa gitu deh...🤔
Saya berharap kami sebagai orangtua tetap bisa melanjutkan mengajak anak-anak untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dirumah kami. Tantangan terbesar juga ada pada diri kami. Saya senang berburu buku, tapi ternyata semangat dan energi saya untuk membaca buku dengan tenang dan tuntas, masih belum maksimal. Suami? Hahaha dia sendiri mengakui kalau membaca buku saat ini bukanlah hal yang mudah. Minimal kalau membaca surat kabar masih lah, plus dokumen kantor tentunya😂
Puncak tantangan materi kali ini adalah mengajak adik ke perpustakaan umum daerah Cikini. Rasanya senang sekali bisa menunjukkan pada adik yang namanya perpustakaan. Dia mengenal perpustakaan dari salah satu buku ceritanya yang berjudul 'Sst...Pelan Sedikit Flo'. Buku ini mengenalkan anak-anak kapan dan dimana saja sebaiknya kita tidak membuat gaduh, diantaranya di perpustakaan. Sejak itu adik sering penasaran dan minta diajak ke perpustakaan...
Sebaliknya, saya merasa belum bisa maksimal menjadikan momen tantangan ini untuk kakak. Padatnya jadwal sekolah, ditambah memang mungkin karena kakak tidak terbiasa membaca buku, yaaa gitu deh...🤔
Saya berharap kami sebagai orangtua tetap bisa melanjutkan mengajak anak-anak untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dirumah kami. Tantangan terbesar juga ada pada diri kami. Saya senang berburu buku, tapi ternyata semangat dan energi saya untuk membaca buku dengan tenang dan tuntas, masih belum maksimal. Suami? Hahaha dia sendiri mengakui kalau membaca buku saat ini bukanlah hal yang mudah. Minimal kalau membaca surat kabar masih lah, plus dokumen kantor tentunya😂
Puncak tantangan materi kali ini adalah mengajak adik ke perpustakaan umum daerah Cikini. Rasanya senang sekali bisa menunjukkan pada adik yang namanya perpustakaan. Dia mengenal perpustakaan dari salah satu buku ceritanya yang berjudul 'Sst...Pelan Sedikit Flo'. Buku ini mengenalkan anak-anak kapan dan dimana saja sebaiknya kita tidak membuat gaduh, diantaranya di perpustakaan. Sejak itu adik sering penasaran dan minta diajak ke perpustakaan...
Langganan:
Postingan (Atom)






